Saat Musibah Melanda Ingatlah 7 Ayat Ini

Mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi, kita sebagai hamba Allah swt. yang beriman kepada-Nya, dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan yang bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dan berbagai faktor lain yang melatarbelakangi datangnya musibah, bencana, atau ujian-ujian dari Allah swt. kepada kita semua. Ini adalah "kehendak mutlak" Yang Maha Kuasa yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun.

Agar saat mengalami musibah atau cobaan dapat kita sikapi dengan bijak dan penuh keihklasan, 7 ayat berikut ini bisa kita jadikan penasihat, pengingat, bahan renungan, untuk dapat menghadapi setiap hal yang tidak baik dengan penuh ketenangan, ketujuh ayat tersebut adalah:

Saat Musibah Melanda Ingatlah 7 Ayat Ini
Gambar: islamiwas.blogspot.co.id

Ayat Pertama : Pesan dari ayat yang pertama ini adalah memberi keyakinan bahwa kita bisa berubah, jika kita mau mengubah diri kita.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri".
(Q.S. Ar-Ra'd: 11)

Ayat Kedua : Pesan dari ayat yang kedua ini adalah memberikan keyakinan yang mantap kepada diri kita bahwa sesungguhnya tetap ada kebaikan dibalik sesuatu yang tidak kita sukai.
"Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui".
(Q.S. Al-Baqarah: 216) 

Ayat Ketiga : Pesan dari ayat yang ketiga ini adalah memberikan keyakinan yang mantap kepada diri kita bahwa kita pasti sanggup mengemban amanah atau tugas yang Allah swt. berikan kepada hamab-hamba-Nya yang sangat Dia cintai. Insha Allah kita sanggup menghadapi setiap cobaan, dan memilki segudang ide untuk bisa menyelesaikan suatu masalah atau urusan.
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan dengan kesanggupannya".
(Q.S. Al-Baqarah: 286)

Ayat Keempat dan Kelima : Pesan dari ayat yang keempat dan kelima ini adalah memberikan keyakinan yang mantap kepada diri kita bahwa akan datang kemudahan sesudah kesulitan. Ini merupakan "hukum alam" yang sudah Allah swt. kabarkan melalui rasul-rasul-Nya. Artinya dalam hidup itu kesenangan dan kesusahan akan berjalan berdampingan, saat senang kita wajib bersyukur, dan saat susah pun kita wajib bersyukur dengan dilapisi kesabaran.

Subhanallah, saudaraku sekalian, rupanya hal inilah yang jarang dipahami, sehingga manusia seringkali inginnya senang terus dan tidak mau atau tidak terima saat kesusahan menimpa dirinya. Padahal Allah swt. sudah jelas menegaskan bahwa kesusahan dan kesenangan itu berjalan beriringan. Sehingga kita tak perlu risau dan khawatir yang terlalu berlebihan.
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan".
(Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

Ayat Keenam dan Ketujuh : Pesan dari ayat yang keenam dan ketujuh ini adalah memberikan keyakinan yang mantap kepada diri kita bahwa barang siapa yang konsisten melaksanakan perintah Allah swt, dan menjauhi semua larangan-Nya dengan penuh kesungguhan, maka ia akan merasa bahagia karena ia yakin Allah swt, selalu bersama dirinya setiap saat. Taqwa dan tawakal menjadi target prestasi yang harus digapai dengan sekuat tenaga.

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya".
(Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Demikianlah artikel dengan judul "Saat Musibah Melanda Ingatlah 7 Ayat Ini" ini saya share untuk sahabat-sahabati sekalian, tentunya masih banyak ayat-ayat Al-Quran lainnya yang bisa kita ambil hikmah dan fadhilahnya dalam menjalani kehidupan di dunia yang hanya sesaat ini. Semoga bermanfaat.

Sumber:
  • Pinterest, www.pinterest.com

Doa Ketika Memakai Pakaian Baru

Setiap hari manusia dengan penuh semangat dan keikhlasan bekerja keras agar kebutuhan-kebutuhan hidupnya baik itu yang bersifat fisik seperti sandang, pangan, dan papan, atau kebutuhan non fisik seperti kasih sayang, perhatian, kerja sama, dan lain sebagainya. Kemampuan untuk membeli pakain / baju baru merupakan salah satu dari sekian banyak rezeki yang Allah swt. berikan kepada umat manusia.

Dengan pakaian yang baru saja dibeli, Alhamdulillah kita akan merasakan nyaman mengenakan pakain baru tersebut untuk keperluan sehari-hari dan untuk memberikan perlindungan kepada tubuh dari cuaca panas maupun dingin. Sebagai wujud syukur kita kepada Allah Yang Maha Pemberi Rezeki, ketika kita akan memakai pakaia baru hendaknya membaca doa terlebih dahulu.

Doa Ketika Memakai Pakaian Baru
Doa Ketika Memakai Pakaian Baru

Doa ketika memakai pakaian baru adalah:
Allaahumma lakalhamdu, anta kasautaniihi, as aluka khairahu wa khaira maa shuni'alahu wa a'uudzubika min syarrihi wa syarri maa shuni'alahu.

Ya Allah, untuk-Mu segala pujian, Engkau telah memberi aku pakaian, aku mohon kebaikannya dan kebaikan yang dibikin untuknya dan aku mohon perlindungan dari keburukannya dan keburukan yang dibuat untuknya.
[HR. Turmudzi No.1689]

Semoga pakaian baru tersebut membawa kebaikan untuk pemakainya, menjadikan aktifitas sehari-hari bernilai ibadah, dan kita semakin bersyukur atas berbagai karunia yang Allah swt. sepanjang waktu.

Memahami Pengertian Iman Menurut Hadits

Sahabat Doa dan Dzikir, sebagai pondasi untuk memperkuat keyakinan kita sebagai seorang Muslim, alangkah baiknya kita mau memahami pengertian iman menurut Hadits yang disampaikan oleh pemimpin yang kita cintai Muhammad saw. dengan harapan tercapainya sosok insan yang memiliki kualitas ibadah yang baik dan kualitas akhlak yang terpuji. Semoga dengan memahami hal-hal apa saja yang mesti kita imani, Insha Allah akan tercurah rahmat dan petunjuk-Nya kepada sahabat sekalian. Aamiin.

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Iman adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah swt. adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah swt. itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.

Memahami Pengertian Iman Menurut Hadits
Memahami Pengertian Iman Menurut Hadits

Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Iman memiliki rukun (pilar pokok), sebagaimana pertanyaan Malaikat Jibril as. kepada Rasulullah saw.
Hadits Tentang Iman

"Beritahukan kepadaku tentang Iman." Rasulullah saw. menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada Hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)

Sehingga rukun iman ada enam, antara lain :
1. Iman kepada Allah swt.
2. Iman kepada para Malaikat
3. Iman kepada Kitab-kitab
4. Iman kepada para Rasul
5. Iman kepada Hari Akhir
6. Iman kepada Qadha' dan Qadar

Selain enam rukun iman di atas, iman juga memiliki enam puluh atau tujuh puluh cabang. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

Hadits Tentang Cabang Iman

"Iman itu memiliki tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling tinggi adalah ucapan “Laa Ilaha Illallah” (Tidak ada Sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menghilangkan ganguan dari jalan. Dan malu termasuk cabang dari keimanan."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Memahami Pengertian Iman Kepada Allah swt.

Pembaca yang selalu mendapatkan rahmat dan berkah Allah swt., iman merupakan salah satu hal penting dalam memahami ajaran agama Islam. Dengan memahami pengertian iman kepada Allah swt. secara lebih baik, tentu akan semakin memperkuat kualitas ibadah kita sehari-hari. Iman kepada Allah swt. menjadi hal pertama yang harus ada pada diri manusia. Kemudian ia akan dengan ikhlas dan penuh semangat menjalankan ibadah agar meraih kebahagiaan, kesuksesan hidup di dunia, terlebih lagi di hari kemudian nanti.

Iman kepada Allah swt. artinya meyakini bahwa Allah swt. adalah Rabb segala sesuatu, Penciptanya, Pemiliknya, dan Pengatur seluruh alam. Allah swt. yang menciptakan langit dan bumi, serta Allah swt. pula yang "mengurus" makhluk-makhluk baik yang berada di bumi maupun yang di langit. Bahwa hanya Allah swt. yang berhak untuk disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan semua yang disembah selain Allah swt. adalah batil. Dan bahwa Allah swt. memiliki Nama-nama yang mulia serta memiliki Sifat-sifat yang sempurna, dan suci dari segala macam kekurangan dan aib. Iman kepada Allah mencakup tiga unsur, antara lain : 

Memahami Pengertian Iman Kepada Allah swt.
Memahami Pengertian Iman Kepada Allah swt.

Tauhid Rububiyyah. Tauhid Rububiyyah yaitu mengesakan Allah swt. dalam hal penciptaan, kekuasaan, dan pengaturan.  

Tauhid Uluhiyyah. Tauhid Uluhiyyah yaitu mengesakan Allah swt. dalam hal peribadahan, agar manusia tidak menyekutukan Allah swt. dengan sesuatu apapun. Sehingga tidak ada yang diseru dalam doa kecuali Allah swt., tidak ada yang dimintai pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak boleh menyembelih qurban atau bernadzar kecuali untuk-Nya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untuk-Nya dan karena-Nya semata. Sebagaimana firman Allah swt. :

QS. Al-Baqarah (2):21-22
QS. Al-Baqarah (2):21-22

"Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kamu bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap. Dan Dia yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untuk kalian. Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui."
(QS. Al-Baqarah (2):21-22)

Tauhid rububiyyah mengharuskan adanya tauhid uluhiyyah. Sehingga barangsiapa yang mengakui tauhid rububiyyah untuk Allah swt (dengan mengimani bahwa tidak ada pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam kecuali Allah swt.), maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah swt. Dan itulah yang disebut dengan tauhid uluhiyyah.

Tauhid Asma’ wa Sifat. Tauhid Asma' wa Sifat yaitu mengesakan Allah swt. sesuai dengan Nama dan Sifat yang Ia sandangkan sendiri kepada Diri-Nya, di dalam Kitab-Nya, atau melalui lisan Rasul-Nya Muhammad saw.

Doa Agar Mendapatkan Rezeki Yang Langgeng

Anugerah yang diberikan Allah swt. setiap detik terbilang sangat berlimpah. Dari mulai oksigen yang kita hirup, pergerakan sempurna pada tangan dan kaki, detak jantung manusia, harta, kesehatan, sampai hal-hal lainnya yang mungkin jarang sekali manusia itu untuk bersyukur. Manusia cenderung mengingkari nikmat yang Allah swt berikan setiap hari.

Oleh karena itu, sebagai seorang hamba Allah swt. yang beriman kepada-Nya, kita hendaknya selalu mengawal hari-hari dan aktifitas-aktifitas kita sekecil apapun dengan ibadah, doa yang terus-menerus kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Rahman. Berikut ini merupakan salah satu doa agar mendapatkan rezeki yang langgeng, dijauhkan dari mara bahaya, agar kita selalu hidup sejahtera dengan iman, ketakwaan, dan keberkahan. Doa tersebut adalah:

Doa Agar Mendapatkan Rezeki Yang Langgeng
Doa Agar Mendapatkan Rezeki Yang Langgeng

Allahumma inni a-'uudzubika min zawaali ni'matika, wa tahawwuli 'aafiyatika, wa fujaa-ati niqmatika, wa jamii'i sakhathik.

"Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, bergesernya kesejahteraan-Mu, mendadaknya cobaan-Mu, dan segala macam murka-Mu".
(HR. Muslim)

Dengan berdoa dan bersungguh-sungguh memohon kepada Allah swt., Insha Allah kita akan mendapatkan kenikmatan / rezeki yang awet dan tahan lama. Tidak terjerumus dalam gaya hidup modern yang hanya mementingkan kepentingan sendiri. Sebagai manusia kita pasti sering melakukan perbuatan dosa, baik disengaja ataupun tidak. Doa tersebut adalah sebagai usaha untuk "meredam" hal-hal buruk yang bisa saja menimpa kita di dunia maupun di akhirat kelak.

Dzikir Shalawat Munjiyat

Membaca shalawat merupakan salah satu amalan yang sering dianjurkan dan para Ulama sering mengingatkan kita semua tentang fadhilah, manfaat, yang bisa kita raih atas karunia Allah swt. dengan membiasakan diri untuk mengamalkan bacaan shalawat. Berikut ini adalah bacaan Dzikir Shalawat Munjiyat:

Dzikir Shalawat Munjiyat
Dzikir Shalawat Munjiyat

Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatan tunjiina bihaa min jamii'il ahwaali wal aafaati. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii'al haajaati. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamii'is sayyi'aati. Wa tarfa'unaa bihaa 'indaka a'lad darajaati. Wa tuballighunaa bihaa aqshaal ghaayaati. Min jamii'il khairaati fil hayaati wa ba'dal mamaati. Innaka 'alaa kulli syai'in qadiirun.

Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dengan shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala macam bencana dan penyakit, dapat memenuhi segala kebutuhan kami, dapat menyucikan kami dari segala kotoran, dapat mengangkat kami kepada tempat tertinggi disisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami pada tujuan-tujuan yang terjauh dari segala kebaikan di dunia dan setelah mati. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Khasiat dan Keutamaan dari Shalawat Mujiyat ini, diantaranya:
  • Untuk mendatangkan hajat dan berhasil segala macam cita-citanya.
  • Untuk menghilangkan segala macam kesusahan dan dapat mengatasi segala macam kesulitan hidup di dunia dan di akhirat.
  • Untuk membuat hati menjadi tenang dan jiwa menjadi tenteram.
  • Untuk membuat doa atau permohonannya selalu dikabulkan oleh Allah swt.
  • Untuk membuat hati menjadi bersih dan terang, pikiran menjadi cerdas, cerdik, dan pandai.
  • Untuk memohon hajat dunia dan hajat akhirat maka Allah swt. akan mengabulkannya dengan lebih cepat daripada kilat, karena shalawat ini merupakan bagian dari gedung-gedung Arasy (singgasana Allah swt.).
  • Untuk menolak segala macam bencana dan segala macam penyakit baik lahir maupun batin.

Cara mengamalkan Dzikir Shalawat Munjiyat, adalah sebagai berikut:
  1. Barangsiapa yang membaca Dzikir Shalawat Munjiyat ini sebanyak 500 (lima ratus) kali setiap hari secara istiqomah, Insha Allah dapat mendatangkan segala macam hajat, berhasil apa yang menjadi cita-citanya, berhasil apa yang menjadi kehendak hatinya, baik untuk urusan duniawi maupun urusan ukhrawi, dan akan mendapatkan kekayaan yang besar dan luar biasa.
  2. Barangsiapa yang membaca Dzikir Shalawat Munjiyat ini sebanyak 1000 (seribu) kali pada tengah malam (pukul 24.00) setiap hari secara istiqomah, Insha Allah dapat menghilangkan segala macam kesusahan dan dapat mengatasi kesulitan hidup di dunia maupun hidup di akhirat kelak. Doa dan permohonannya akan Allah swt. kabulkan dengan lebih cepat melebihi kecepatan kilat atau cahaya.
  3. Barangsiapa yang membiasakan mengamalkan bacaan Dzikir Shalawat Munjiyat ini sebanyak 11 (sebelas) kali setiap selesai melaksanakan ibadah shalat fardlu secara istiqomah, maka Insha Allah segala macam permohonannya akan dikabulkan oleh Allah swt. Akan dibuka pintu rezekinya dari segala arah dan dengan jalan yang tak disangka-sangka. Ada Ulama yang mengatakan rezeki itu akan senantiasa mengikuti kemanapun, dimanapun, dalam keadaan bagaimanapun, orang yang istiqomah membaca Shalawat Munjiyat ini.

Dzikir Agar Selalu Ditolong Allah

Ketika kita sedang menghadapi permasalahan kehidupan yang sulit, dalam keadaan bahaya, untuk memohon kelancaran dalam aktivitas pekerjaan dan bisnis, dan dalam menghadapi berbagai problem-problem kehidupan lainnya, maka yakinlah akan dekatnya pertolongan Allah swt. bagi orang-orang yang beriman dan senantiasa mengerjakan amal-amal shaleh.

Ada satu bacaan dzikir yang dapat kita amalkan sebagai usaha batiniah dan memohon pertolongan Allah swt. agar permasalahan hidup yang tak kunjung reda, Insya Allah akan cepat teratasi dan Allah memberikan kemudahan melalui jalan / pemecahan yang tak pernah disangka-sangka. Amalkanlah dzikir berikut ini:

Dzikir Agar Selalu Ditolong Allah
Dzikir Agar Selalu Ditolong Allah

Hasbunallaahu wa ni'mal wakil.

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".
(QS. Ali 'Imran [3]: 173)

Wiridkanlah bacaan dzikir tersebut setelah melaksanakan shalat fardhu, sebanyak 7 (tujuh) kali atau 70 (tujuh puluh) kali. Dan akan lebih afdhal lagi, hendaknya mewiridkan bacaan dzikir ini sebanyak-banyaknya / semampu kita setiap saat.

Doa / dzikir ini pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim as. ketika beliau dimasukkan kedalam api, dan pertolongan Allah senantiasa dekat dengan hamba-hambaNya yang shaleh. Begitu juga pernah diucapkan Nabi Muhammad saw. beserta para sahabat beliau ketika orang-orang mengatakan, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka. Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:

Hasbunallaahu wa ni'mal wakil.

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".
(QS. Ali 'Imran [3]: 173).

Dengan mengamalkan bacaan dzikir diatas, Insya Allah dirinya akan berada dalam penjagaan Allah yang kokoh dan berada dalam simpanan-Nya yang tidak akan pernah hilang, dan Allah swt. akan menjaganya dalam setiap gerak dan langkah, Allah swt. akan senantiasa memelihara orang yang istiqomah mengamalkan bacaan dzikir ini dari segala macam gangguan dan bahaya yang bisa terjadi dalam keadaan apapun dan dimanapun, baik saat dirumah, bekerja, belajar di sekolah, perjalanan menuju ke masjid, dan lain sebagainya. Aamiin.

Keutamaan Dzikir Menggunakan Tangan Kanan

Keutamaan Dzikir Menggunakan Tangan Kanan
Keutamaan Dzikir Menggunakan Tangan Kanan

Kaum muslimin yang dirahmati Allah swt, berikut ini beberapa hadits yang berisi perihal keutamaan melakukan dzikir dengan menggunakan ruas-ruas jari tangan kanan. Semoga tangan dan anggota tubuh kita yang lainnya akan memberikan kesaksian yang baik, sehingga kita semua akan selamat dan dijauhkan dari api neraka kelak di akhirat, Aamiin. Berikut hadits-hadits tentang Keutamaan Dzikir Menggunakan Tangan Kanan:

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra beliau berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah saw menghitung dzikir dengan tangannya."
(HR. at-Tirmidzi No. 3486)

"Dari Abdullah bin 'Umar ra berkata: Saya melihat Rasulullah saw bertasbih (berdzikir) dengan (jari-jari) tangan kanannya."
(HR. Abu Dawud II/81, at-Tirmidzi V/521, Shahiihul Jami' IV/271 No. 4865)

"Hitunglah (dzikir) itu dengan ruas-ruas jari karena sesungguhnya (ruas-ruas jari) itu akan ditanya dan dijadikan dapat berbicara (pada hari Kiamat)."
(HR. Abu Dawud No. 1345)

Rasulullah saw berkata kepada kami: "Hendaknya kalian bertasbih (ucapkan Subhaanallah), bertahlil (ucapkan Laa ilaaha illallaah), dan bertaqdis (menyucikan Allah), dan hitunglah dengan ujung jari-jemari kalian karena itu semua akan ditanya dan diajak bicara (pada hari Kiamat), janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa dengan rahmat Allah."
(HR. at-Tirmidzi No. 3583 dan Abu Dawud No. 1501)

Dzikir Yang Pahalanya Melebihi Dzikir Sehari Semalam

Dzikir Yang Pahalanya Melebihi Dzikir Sehari Semalam
Dzikir Yang Pahalanya Melebihi Dzikir Sehari Semalam

Berikut bacaan dzikirnya:
Alhamdulillaahi 'adada maa kholaq,
walhamdulillaahi mil-a maa kholaq,
walhamdulillaahi 'adada maa fis-samaawaati wa maa fil ardh,
walhamdulillaahi 'adada maa ahshoo kitaabuh,
walhamdulillaahi mil-a maa ahshoo kitaabuh,
walhamdulillaahi 'adada kulli syai-in,
walhamdulillaahi mil-a kulli syai-in,

Subhaanallaahi 'adada maa kholaq,
wa subhaanallaahi mil-a maa kholaq,
wa subhaanallaahi 'adada maa fis-samaawaati wa maa fil ardh,
wa subhaanallaahi 'adada maa ahshoo kitaabuh,
wa subhaanallaahi mil-a maa ahshoo kitaabuh,
wa subhaanallaahi 'adada kulli syai-in,
wa subhaanallaahi mil-a kulli syai-in.

Segala puji bagi Allah sebanyak ciptaan-Nya,
Segala puji bagi Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya,
Segala puji bagi Allah sebanyak segala yang ada di langit dan di bumi,
Segala puji bagi Allah sebanyak segala yang terhitung dalam kitab-Nya,
Segala puji bagi Allah meliputi semua yang dapat dihitung dalam kitab-Nya,
Segala puji bagi Allah sebanyak segala sesuatu,
Segala puji bagi Allah meliputi segala sesuatu,

Maha suci Allah sebanyak ciptaan-Nya,
Maha suci Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya,
Maha suci Allah sebanyak segala yang ada di langit dan di bumi,
Maha suci Allah sebanyak segala yang terhitung dalam kitab-Nya,
Maha suci Allah meliputi semua yang dapat dihitung dalam kitab-Nya,
Maha suci Allah sebanyak segala sesuatu,
Maha suci Allah meliputi segala sesuatu.

Dzikir ini adalah berdasarkan pada hadits berikut ini:
HR. Imam Nasa'i 6/50 hadits No. 9994, Ibnu Khuzaimah 1/371 hadits No. 754, dan Imam Thabrani 8/238 hadits No. 7930. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Kitab Shahihul Jami' No. 2615.

Suatu saat Nabi saw melihat Abu Umamah ra menggerakkan bibirnya, maka beliau bertanya, "Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah?". Dia menjawab, "Aku sedang berdzikir kepada Allah." Beliau mengatakan, "Maukah aku tunjukkan kepadamu dzikir yang pahalanya lebih banyak dari dzikirmu selama sehari semalam?" Kemudian beliau mengajarinya: (dzikir diatas), dan beliau berpesan, "Ajarkanlah dzikir ini kepada orang-orang setelahmu."

Pembaca yang selalu dirahmati Allah swt, Anda juga dapat melihat penjelasan sebagian dari Dzikir Yang Pahalanya Melebihi Dzikir Sehari Semalam ini melalu link youtube pada menit ke 07.26, berikut link youtubenya: https://www.youtube.com/watch?v=xhK1Xr0D8Gc

Bacalah dzikir ini pada waktu senggang Anda, kemudian tetap berdzikir bacaan lainnya (terutama setelah shalat) dan membaca Al-Quran beserta memahami maknanya. Semoga Allah swt senantiasa memberikan rahmat-Nya berupa keyakinan disertai dengan petunjuk yang haq / cahaya, agar kita senantiasa dalam ridho dan kasih sayang Allah swt, Aamiin.



[Sumber: madinatulquran.or.id, youtube.com]